8 Penyakit Yang Rentan Terjadi Pada Musim Kemarau

Header Menu

8 Penyakit Yang Rentan Terjadi Pada Musim Kemarau

Rabu, 26 Juni 2019

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejak bulan April lalu, Indonesia telah memasuki musim kemarau. Terlebih lagi, jangan heran apabila saat ini kamu akan merasakan hawa yang terik dan panas pada saat siang hari. Disaat musim kemarau, udara akan menjadi lebih kering dan juga berdebu. Kondisi seperti inilah yang membuat beberapa penyakit lebih rentan untuk menyerang Anda.



Seperti kondisi yang dijelaskan di atas, Apalagi, Anda harusnya menjaga daya tahan tubuh anda agar tidak jatuh sakit. Karena ada dampak delapan penyakit yang rentan menyerang Anda pada saat musim kemarau. Apa sajakah itu? Yuk simak.

1. Demam berdarah

Tidak hanya terjadi pada saat musim hujan, demam berdarah pun juga akan berisiko muncul di musim kemarau. Di karenakan nyamuk-nyamuk dewasa ini mulai berkembang biak.

"Di saat musim hujan tiba, banyak terjadi genangan air. Nah, Saat itulah nyamuk-nyamuk ini hobi untuk berkembang biak. Apalagi, saat memasuki musim kemarau seperti ini, nyamuk dewasa itu akan semakin banyak," ujar dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

2. Ancaman dehidrasi

Di mana musim kemarau saat cuaca yang sangat panas, Anda juga tetap akan lebih rentan mengalami proses dehidrasi. Karena itu, selalu cukupi kebutuhan air minimal 8 gelas sehari, terlebih bagi Anda yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan.

3. Dermatitis atopik

Dermatitis atopik merupakan sebuah penyakit kulit kronis yang membuat kulit pecah-pecah, meradang, gatal, dan kering. Umumnya, kondisi seperti ini bisa disebut juga sebagai suatu penyakit eksim.

"Musim kemarau itu cuacanya sedang kering. Untuk sebagian orang, kondisi seperti itu bisa memicu terjadinya gangguan pada kulit seperti halnya dermatitis atopik," ujar dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Cuaca panas juga bisa membuat kulit Anda alergi. Karena, cuaca yang panas dapat membuat kulit akan kering dan membuat lapisan kulit akan menipis. Terlebih lagi, kuman akan mudah untuk masuk dan bisa membuat Anda alergi.

4. Diare

Diare sering menyerang di musim hujan dan kemarau. Berkurangnya pasokan air bersih di beberapa tempat, bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk dalam proses pencucian makanan dan peralatan makan. Yang dapat terjadi adalah kondisi makanan dan suatu peralatan makan yang telah kotor berpotensi dapat menyebabkan diare.

"Tak hanya itu, kondisi pada musim kemarau bisa membuat makanan akan lebih mudah terkontaminasi oleh udara yang berdebu. Kondisi hidangan yang bisa dikatakan kurang higienis itu dapat berisiko menimbulkan penyakit diare," ujar dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.

5. Tifus

"Tifus adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri Salmonella typhii. Penyakit tifus ini kerap kali ditularkan melalui konsumsi makanan yang tercemar oleh bakteri Salmonella," kata dr. Andika.

Akibatnya, Pencemaran makanan dapat juga terjadi akibat ada hinggap binatang seperti lalat yang menempel di makanan. Hewan Lalat tersebut sangat mungkin akan membawa bakteri Salmonella saat menempel di makanan tersebut, jika sebelumnya telah menempel di feses.

6. Heatsroke

Penyakit Heatstroke sangat mungkin muncul pada saat musim kemarau di mana cuaca yang sangat panas. Karena Ini merupakan suatu kondisi yang kegawatdaruratan terjadi ketika suhu tubuh terlampau panas akibat paparan suhu panas di luar tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat Celsius.

"Kondisi ini harus segera mendapat pertolongan medis karena dapat dengan cepat merusak fungsi berbagai organ dalam tubuh, seperti otak, jantung, ginjal, dan organ vital lainnya hingga mengancam jiwa," ucap dr. Andika.

7. Infeksi saluran pernapasan atas

Musim kemarau identik dengan udara menjadi lebih berdebu. Debu-debu yang bertebaran di udara berpotensi mengiritasi saluran pernapasan. Dalam kondisi seperti itu, Anda tentunya akan menjadi lebih rentan untuk mengalami infeksi saluran pada pernapasan atas.

8. Mata kering

Mata kering atau dry eyes bisa dikatakan dapat terjadi ketika udara yang sangat kering. Udara yang sangat kering pada saat musim kemarau dapat juga meningkatkan penguapan pada air mata. Kondisi tersebut juga berpotensi akan menimbulkan masalah dry eyes.

"Gejala-gejala dry eyes biasanya dirasakan pada kedua mata, yang meliputi perih, sensasi terbakar, dan gatal di mata. Adapun yang dirasakan seperti mata memerah, mata mengganjal, mata belekan, sensitif terhadap cahaya, pandangan kabur, dan air mata keluar terus-menerus," kata dr. Andika.

Itulah sedikitnya penyakit yang rentan berjangkit pada musim kemarau. Agar bisa menghindarinya, maka jaga selalu daya tahan tubuh Anda agar tetap selalu dalam kondisi prima. Caranya tidak sulit dengan artian anda harus terbiasa untuk selalu konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta cukup tidur. Berikutnya, pastikan Anda selalu rutin mencukupi kebutuhan minum air putih setidaknya untuk 8 gelas sehari.


Sumber: Ehmasroy