Gagal, Polisi ini Mencoba Untuk Menjadi Pria Hidung Belang

Header Menu

Gagal, Polisi ini Mencoba Untuk Menjadi Pria Hidung Belang

Sabtu, 29 Juni 2019

Polres Bulungan, Kaltara, mendalami informasi adanya praktik prostitusi online yang beroperasi menggunakan aplikasi MiChat.



Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita menjelaskan, pihaknya sudah pernah mencoba membongkar prostitusi online menggunakan MiChat. Yakni, dengan berpura-pura sebagai orang yang ingin mengajak kencan PSK di sebuah hotel. Hanya saja, upaya yang dilakukan pihaknya masih belum berhasil.

“Kami sudah coba untuk masuk ke lingkungan mereka. Kami coba pancing dan setelah kami sampai hotel yang dimaksud, ternyata tidak ada,” ujar Gede.

"Jadi, mau masuk ke komunitas mereka ini susah. Karena mereka juga hati-hati dengan orang baru," sambungnya.

Gede juga mengingatkan agar tidak mempercayai prostitusi online melalui aplikasi pesan. Karena menurutnya, tidak menutup kemungkinan akun-akun yang ada di aplikasi berkirim pesan hanya ingin melakukan penipuan. "Perlu diwaspadai. Sebab, bisa masuk penipuan,” tegasnya.

Diwartakan sebelumnya, praktik prostitusi online dengan menggunakan aplikasi berkirim pesan pernah digunakan salah seorang warga Tanjung Selor, Bulungan. Pria yang enggan namanya di media itu mengaku pernah mengajak kencan salah seorang wanita pemilik akun MiChat.

“Saya pernah pesan sekali untuk ditemani tidur. Waktu itu umurnya masih 18 tahunan,” ujarnya kepada Harian Rakyat Kaltara, Sabtu (22/6).

Untuk tarif sekali kencan, dia menyebutkan antara Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. “Kalau yang harga Rp 500 ribuan biasanya itu belum sama tempat. Tapi kalau sudah di atas Rp 1 juta, itu sudah dengan hotel,” ungkapnya.

Namun, dia mengingatkan agar lebih berhati-hati memesan wanita yang akan diajak kencan menggunakan MiChat. Karena menurutnya, tidak sedikit akun-akun yang berkedok penipuan. Salah satunya, dengan meminta uang ditransfer terlebih dahulu.

Sumber: Ehmasroy