Bima Arya Bakal Sampaikan di Forum Apeksi Soal Temuan PPDB Bermasalah

Header Menu

Bima Arya Bakal Sampaikan di Forum Apeksi Soal Temuan PPDB Bermasalah

Selasa, 02 Juli 2019

Wali Kota Bogor Bima Arya secara serius akan membawa temuan di masyarakat soal pemalsuan data dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada forum rapat Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) minggu depan.



Menurutnya, permasalahan itu bukan hanya masalah satu atau dua anak tapi jutaan anak di Indonesia sehingga kasus-kasus pemalsuan data dalam proses PPDB tahun ajaran 2019/2020 harus di sikapi secara adil dan tegas.

“Minggu depan ada pertemuan Apeksi, saya ingin bawa masalah ini sebagai evaluasi secara menyeluruh. Sebagai kepala daerah pasti banyak juga teman teman lain yang mengalami (kasus pemalsuan data) di tempatnya masing-masing,” kata Bima Arya saat ditemui di Balaikota usai melakukan sidak di pemukiman di gang selot, Jumat (28/6) malam.

Dia mengatakan, poin-poin yang akan disampaikan dalam forum Apkesi, pertama, tentunya tentang sistem zonasi yang secara teknis belum siap untuk di laksanakan. Kedua bisa jadi sistem PPDB tidak lagi menggunakan zonasi.

Ketiga, kalau pun sistem zonasi tetap akan di gunakan maka yang perlu aievaluasi adalah sistem pembobotannya.

Lanjut, politisi PAN ini menyampaikan kasus pemalsuan data dalam PPDB bukan hanya tentang permasalahan administrasi akan tetapi tentang norma dan nilai-nilai.

Tidak sepatutnya anak-anak sekolah di ajarkan untuk melakukan manipulasi data demi mendapatkan slot di bangku sekolah oleh orang tuanya. Selain itu, kasus seperti itu tentunya akan merampas hak calon siswa yang lainnya.

“Masa anak-anak diajarin seperti ini. Kedua ini ketidak adilan. Anak-anak yang mempunyai kualitas bisa kalah karena kalah,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya menemukan dugaan calon tiga siswa menggunakan data palsu saat mendaftar ke SMAN 1 Bogor pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menerima aduan dari masyarakat yang menyampaikan bahwa ada dugaan ketidak sesuaian data dan informasi alamat yang sama.

Karenanya kata dia, Pemkot langsung segera menindak lanjuti laporan dari warga terhadap ketiga anak itu.

“Kemungkinan Ada manipulasi. Karena formulasu itu enam bulan kalau bukan eman bulan enggak bisa. Kita telusuri di diskdukcapil Pak Disdik lurah semuanya cek aduan warga,” katanya.

Sumber: Ehmasroy